*

*

Ads

Minggu, 11 Agustus 2019

Pendekar Remaja Jilid 094

Akan tetapi Pangeran itu sudah merebahkan diri dan sebentar saja ia tertidur terkena pengaruh Giok-ko yang manjur itu. Goat Lan lalu menyuruh seorang pelayan menyediakan perabot untuk memasak daun To-hio sebagaimana yang telah dipesankan oleh Thian Kek Hwesio.

Pada saat Goat Lan tengah sibuk memasak obat itu, tiba-tiba Hong Beng berseru terkejut,

“Celaka, Hong-siang bersama para pengiringnya sedang menuju kesini!”

Memang sudah menjadi kebiasaan Kaisar untuk menengok keadaan puteranya yang tercinta sebelum tidur. Seperti biasa, malam hari itu Kaisar juga datang diantar oleh lima orang pengawal pribadinya!

Hong Beng yang menjaga pintu menjadi bingung, dan Goat Lan lalu berkata,
“Koko, kurasa lebih baik lagi kalau Hong-siang berada di dalam kamar ini untuk menyaksikan bagaimana kita menolong puteranya!”

Hong Beng memutar otak dan cepat ia berkata kepada semua pelayan di situ,
“Awas, semua orang tidak boleh membikin ribut. Diam-diam saja seperti tak terjadi sesuatu sehingga Hong-siang tidak akan terkejut dan curiga. Kalian telah melihat sendiri bahwa kami benar-benar hendak mengobati Pangeran, dan seperti kataku tadi, siapa saja yang akan menghalangiku, akan kuhancurkan kepalanya!”

Pemuda itu lalu bersembunyi di balik daun pintu, menanti masuknya Kaisar, sedangkan Goat Lan tetap memasak obat tanpa mempedulikan keadaan di luar kamar.

Untung sekali bagi kedua orang muda itu bahwa tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam kamar pangeran. Maka ketika tiba di luar pintu, hanya Kaisar sendiri yang masuk ke dalam, sedangkan kelima bayangkari itu dengan golok di tangan menjaga di luar pintu!

Kaisar masuk dengan wajah muram karena ia memikirkan keadaan puteranya. Alangkah terkejutnya ketika ia melihat seorang gadis yang tak dikenalnya sedang memasak obat.

“Siapa kau?” tanyanya.

Goat Lan menengok dan cepat menjatuhkan diri berlutut di depan Kaisar.
“Hamba akan menerima hukuman dari kelancangan hamba masuk ke tempat ini, akan tetapi mohon diberi kesempatan lebih dulu untuk menyembuhkan penyakit Putera Mahkota!”

Ketika melihat wajah gadis ini, Kaisar menjadi makin terkejut.
“Bukankah kau yang mengaku murid Yok-ong dan yang mencoba untuk meracuni puteraku?”

Cepat Kaisar menengok untuk memanggil penjaga dan bayangkari, akan tetapi ia makin pucat ketika melihat bahwa pintu telah ditutup dan kini seorang pemuda yang dikenalnya sebagai kawan gadis ini, telah berdiri dengan gagahnya di tengah pintu itu, menjaga dengan tongkat di tangan. Ketika ia melirik ke kiri, di sudut rebah empat orang penjaga pangeran dalam keadaan lemas tak berdaya.

“Hemm, jadi kalian ini benar-benar putera-putera Pendekar Bodoh yang hendak memberontak? Apakah kehendak kalian sekarang? Membunuh puteraku atau aku? Kalian kira mudah saja melakukan hal itu?”

Akan tetapi, Hong Beng biarpun masih memegang tongkatnya, lalu menjatuhkan diri berlutut di tempat penjagaannya.

“Ayah hamba, Pendekar Bodoh, tak pernah menjadi pemberontak, dan demikianpun hamba berdua. Sesungguhnya hamba datang untuk mengobati Putera Mahkota, bukan mengandung maksud jahat. Mohon Hong-siang sudi mempertimbangkan dan memberi ampun.”

“Buah obat yang kalian berikan kemarin telah dimakan oleh puteraku, akan tetapi bahkan menambah penyakitnya. Bukankah itu bukti yang nyata?”

“Maafkan hamba,” kata Goat Lan. “Itulah sebabnya mengapa hamba berdua terpaksa mengambil jalan masuk secara lancang ini. Buah dari hamba itu telah ditukar orang dan yang diberikan kepada Pangeran adalah buah yang berbahaya. Baru tadi putera Paduka telah makan sebutir buah dari hamba dan sekarang telah dapat tidur nyenyak.”






“Hamba berdua minta waktu sampai tiga hari, dan sebelum lewat tiga hari, terpaksa hamba berlaku kurang ajar dan menahan Paduka di kamar ini! Hal ini terpaksa hamba lakukan untuk mencegah gangguan dari tiga tabib durjana, pengkhianat Bu Kwan Ji, dan Huncwe Maut Ban Sai Cinjin yang jahat dan berbahaya.” Hong Beng menyambung kata-kata Goat Lan.

Kaisar memandang dari Goat Lan ke Hong Beng berganti-ganti, kemudian ia tersenyum.

“Baiklah, kuberi waktu tiga hari, akan tetapi kalau di dalam waktu itu ternyata kalian membohong, awaslah, jangan kau berani main-main dengan Kaisar!”

Setelah berkata demikian, Kaisar lalu menghampiri puteranya yang telah tidur nyenyak dengan napas teratur dan tenang.

“Lucu… lucu… !” kata Kaisar setelah menghampiri kembali Goat Lan dan Hong Beng. lalu duduk di atas sebuah kursi gading. “Baru kali ini selama hidupku aku mengalami ditahan oleh seorang luar, seorang biasa. Ha-ha-ha! Benar-benar menggembirakan dan mendebarkan hati! Aku ingin sekali mengetahui bagaimana perkembangan selanjutnya dari peristiwa aneh ini!”

Akan tetapi, karena hari telah malam dan Kaisar itu merasa mengantuk sekali, ia lalu pergi tidur di atas sebuah pembaringan biasa yang berada di tempat itu, dilayani oleh lima orang pelayan wanita itu dengan penuh penghormatan.

“Koko, aku sekarang teringat bahwa hwesio-hwesio yang ikut Bu-ciangkun menyerbu kita di hotel, adalah hwesio yang datang menyerang kita pada malam hari kemarin dulu!”

Hong Beng mengangguk-angguk.
“Sekarang agak terang bagiku. Sudah jelas bahwa tabib-tabib istana yang menjaga Pangeran ini telah sengaja menghalangi penyembuhan Pangeran, dan agaknya hal ini ada hubungannya dengan Bu Kwan Ji. Mungkin tiga orang tabib itu telah bersekongkol dengan perwira she Bu itu, dibantu pula oleh Ban Sai Cinjin! Kita harus dapat meyakinkan Kaisar bahwa mereka itu adalah sekomplotan orang jahat yang menghendaki nyawa Pangeran Mahkota, entah apa sebabnya!”

“Jalan satu-satunya untuk meyakinkan dan mendapatkan kepercayaan Kaisar hanyalah penyembuhan puteranya.”

“Mudah-mudahan saja obat yang kau bawa itu berhasil!”

“Pasti berhasil!” kata-kata ini diucapkan oleh Goat Lan dengan suara tetap penuh kepercayaan. “Obat ini adalah petunjuk dari Suhu, bagaimana bisa salah?”

Malam hari itu, Pangeran Mahkota terjaga dari tidurnya dan Goat Lan lalu memberinya minum obat Daun Golok yang sudah dimasak. Karena merasa betapa tubuhnya enak, Pangeran itu percaya penuh kepada Goat Lan dan tanpa ragu-ragu lagi minum semangkok masakan obat daun itu. Kemudian, gadis ini dengan kedua tangannya sendiri memasakkan sedikit bubur untuk Pangeran itu dan memaksanya untuk mengisi perut dengah bubur itu.

Sudah tiga hari Pangeran itu tidak mau makan, akan tetapi sekarang, semangkok bubur masih belum memuaskan seleranya dan ia minta tambah. Akan tetapi dengan suara halus Goat Lan mencegahnya, kemudian gadis ini sambil duduk di dekat pembaringan, lalu menceritakan dongeng-dongeng kuno tentang kegagahan sehingga pangeran itu merasa tertarik sekali dan akhirnya ia melupakan rasa laparnya dan tertidur kembali.

Pada keesokan harinya, Kaisar bangun pagi-pagi sekali dan ia merasa amat heran mengapa ia dapat tidur demikian nyenyaknya! Biasanya, di dalam kamarnya sendiri yang bagus, di atas pembaringan terhias emas dan permata, setiap malam ia dua tiga kali terjaga.

Akan tetapi kali ini, tidur di tempat peristirahatan puteranya, hanya di atas pembaringan biasa, bahkan sebagai seorang tawanan dari dua orang muda aneh itu, ia dapat tidur pulas dan enak! Ketika ia memandang, ternyata bahwa Goat Lan sudah bangun pula. Gadis ini bersama Hong Beng bergilir menjaga pintu, akan tetapi mereka tidak tidur, hanya duduk bersila sambil bersamadhi saja.

“Jadi aku belum boleh keluar dari kamar ini?” tanya Kaisar sambil tersenyum kepada Hong Beng yang masih berdiri menghadang di pintu dengan tongkat di tangan.

“Terpaksa hamba menghalanginya, demi keselamatan putera Paduka!” jawab Hong Beng dengan suara tetap.

Kaisar tersenyum.
“Apa kau kira aku dapat bertahan tanpa makan sampai tiga hari? Bodoh! Minggirlah, biar aku memberi perintah untuk membawa makanan dan air untuk mencuci muka!”

Suara Kaisar amat berpengaruh dan karena ia percaya penuh kepada Kaisar ini, Hong Beng lalu melangkah ke samping. Kaisar membuka daun pintu dan berkata kepada lima orang bayangkari yang semalam suntuk menjaga di depan pintu tanpa berani pergi atau masuk!

“Jangan perbolehkan siapa pun juga masuk ke kamar ini! Atur penjagaan kuat secara bergilir dan suruh pelayan wanita menghidangkan makanan dan minuman. Juga air untuk mencuci muka. Laporkan kepada Hong-houw (Permaisuri) bahwa selama tiga hari aku berada di dalam kamar pangeran untuk menjaga dan menyaksikan sendiri Sang Pangeran menerima pengobatan!” Setelah berkata demikian, Kaisar lalu menutup pintu kembali.

Lima orang bayangkari itu saling pandang dengan bingung. Perintah dari Kaisar cukup jelas, hanya mereka merasa bingung karena siapakah yang mengobati Pangeran? Mereka tidak melihat ada orang masuk, sedangkan tiga orang tabib istana pun belum masuk ke kamar itu!

Akan tetapi, oleh karena sudah jelas bunyi perintah Kaisar, mereka mengerjakan dengan seksama dan taat. Semua perintah Kaisar dikerjakan dengan cepat sekali, dan sebentar saja di depan kamar itu telah terjaga oleh dua belas orang bayangkari pengawal pribadi Kaisar.

Kalau andaikata Permaisuri sendiri hendak memasuki kamar itu, tanpa perkenan dan persetujuan Kaisar, para bayangkari itu tentu takkan mau memberi jalan masuk! Kaisar mempunyai dua puluh empat orang pengawal pribadi yang dipilih oleh Kaisar sendiri dan sudah dipercaya dan diuji benar-benar kesetiaan mereka. Kepandaian mereka juga cukup tinggi.

Hong Beng tetap menjaga di belakang pintu yang tertutup itu sedangkan Goat Lan telah memberi makan sebuah Giok-ko lagi kepada Pangeran yang kini nampak lebih segar daripada kemarin.

Kaisar melihat sendiri betapa bersungguh-sungguh Goat Lan berusaha mengobati puteranya, maka diam-diam Kaisar ini memperhatikan Goat Lan dan menjadi kagum sekali.

Ketika dari luar terdengar ketokan pintu oleh bayangkari yang melaporkan bahwa makanan dan minuman telah dibawa datang oleh pelayan-pelayan wanita, Kaisar lalu memerintahkan pelayan-pelayan wanita yang banyaknya lima orang di dalam kamar itu untuk mengambil hidangan-hidangan itu. Pelayan-pelayan baru yang datang membawa makanan tidak diperkenankan masuk!

Setelah hidangan disiapkan, Kaisar mengajak Hong Beng dan Goat Lan untuk makan bersama! Suatu kehormatan yang besar sekali dan belum pernah ada orang biasa diajak makan bersama oleh Kaisar!

Akan tetapi Hong Beng yang amat hati-hati dengan sopan dan halus memohon maaf dan menolaknya, karena ia tidak mau meninggalkan pintu yang dijaganya itu. Ia maklum bahwa kalau ia lalai dan sampai Bu Kwan Ji dan kaki tangannya dapat menyerbu masuk, akan celakalah dia, Goat Lan, dan juga Pangeran Mahkota!

Sebaliknya, karena ia merasa amat lapar, Goat Lan tidak menolak ajakan Kaisar dan makanlah mereka bertiga, yakni Kaisar, Pangeran dan Goat Lan. Sungguh gembira sekali Kaisar dan Pangeran, karena telah berbulan-bulan Pangeran tidak kuasa turun dari pembaringan, akan tetapi sekarang bahkan dapat makan semeja dengan ayahnya!

Dalam kesempatan ini, Kaisar mengajukan banyak pertanyaan kepada Goat Lan tentang orang tuanya, tentang guru-gurunya dan mengapa gadis ini dengan mati-matian hendak mengobati Pangeran.

“Apakah karena kau merasa menjadi rakyat hendak berbakti kepadaku yang menjadi rajamu?” tanya Kaisar memandang tajam.

“Memang ada juga keinginan hati hamba untuk berbakti, akan tetapi terutama sekali karena hamba hendak menjunjung dan melindungi nama baik mendiang suhu hamba, yakni Yok-ong Sin Kong Tianglo!”

Dengan jujur gadis ini lalu menceritakan keadaannya, menceritakan pula tentang pengorbanan suhunya yang sampai meninggal dunia dalam usahanya mencarikan obat guna Pangeran Mahkota.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar