*

*

Ads

Jumat, 16 Agustus 2019

Pendekar Remaja Jilid 102

Akan tetapi, tiba-tiba ia mendengar seruan perlahan,
“Bangsat, jangan kau berani menculik Suhu!” Sesosok bayangan yang cukup gesit tiba-tiba telah menyerangnya dari samping.

Lie Siong menjadi kaget dan juga heran. Siapakah adanya pemuda yang menjadi murid Lo Sian ini? Ia cepat mengelak dan meloncat jauh, dan bahwa ilmu larinya hanya menang sedikit saja dari pemuda yang mengejarnya itu. Mudah saja kita duga bahwa pemuda ini bukan lain adalah Song Kam Seng yang juga sudah keluar dari gedung itu dengan tangan hampa.

Melihat pengejarnya juga dapat berlari cepat, Lie Siong lalu menyembunyikan Lo Sian yang tak dapat bergerak itu di dalam serumpun tetumbuhan, kemudian ia keluar dan menghampiri Song Kam Seng.

Keduanya bertempur tanpa banyak cakap lagi dan ternyata kepandaian mereka berimbang. Harus diketahui bahwa Song Kam Seng sekarang bukan seperti dulu ketika ia dikalahkan oleh Lili. Kam Seng telah melatih diri dengan hebat dan tekunnya, telah banyak mewarisi kepandaian Wi Kong Siansu, maka tidak mudah bagi Lie Siong untuk mengalahkannya.

Dan pada saat mereka bertempur dengan serunya, datanglah Lili yang mengejar. Keduanya takut kepada gadis ini, bukan takut kalah bertempur, akan tetapi Lie Siong tidak mau usahanya membawa Lo Sian akan terganggu, adapun Song Kam Seng betapapun juga tidak mau bertempur dengan gadis yang lihai dan yang dicintainya ini. Keduanya lalu berlari dan kebetulan sekali Lili mengejar Kam Seng, mendiamkan Lie Siong yang dengan enaknya lalu dapat membawa lari Lo Sian!

Demikianlah, seperti sudah kita ketahui, Lili menjadi bingung dan sedih sekali. Ketika ia mendengar keterangan para pelayannya yang dibuat tak berdaya oleh totokan Lie Siong, barulah gadis ini dapat menduga bahwa yang datang di rumahnya malam itu adalah dua orang, yaitu Kam Seng dan Lie Siong!

Tak salah lagi, pikirnya, yang mencuri Lo-pek-hu tentulah manusia kurang ajar yang mengaku putera Ang I Niocu itu! Ia setengah dapat menduga bahwa penculikan ini tentu ada hubungannya dengan ucapan Lo Sian tentang kematian Lie Kong Sian.

Rupanya ucapan itu ada betulnya dan kini pemuda yang mengaku putera Lie Kong Sian itu tentu menculik Lo Sian untuk mendapat keterangan tentang ayahnya. Hanya perbuatan Kam Seng yang membongkar kamar dan membuka lemari ayahnya itu masih membingungkannya.

Munculnya Kam Seng di malam hari di rumahnya tidak aneh, karena memang pemuda itu telah mengancam hendak membalas dendam kepada ayahnya, akan tetapi mengapa pemuda itu membongkar-bongkar lemari seperti seorang maling biasa? Benar-benar ia tidak mengerti.

Pada keesokan harinya, Lili lalu menyerahkan perawatan rumahnya kepada para pelayan, sedangkan ia sendiri lalu pergi menyusul orang tuanya di Tiang-an. Tak enak ia berdiam di rumah saja, maka sambil mencoba untuk mengejar “pemuda kurang ajar” yang menculik Lo Sian, ia menuju ke Tiang-an untuk menyusul ayah-bundanya dan memberi laporan tentang terjadinya peristiwa itu.

**** 102 ****





Tidak ada komentar:

Posting Komentar